5 Tipe Kepemimpinan Dalam Suatu Organisasi

5 Tipe Kepemimpinan – Dalam suatu organisasi pasti ada yang namanya ketua atau pemimpin. Sosoknya bisa saja disukai atau bahkan sebaliknya , tergantung pada tipe kepemimpinan yang diterapkan demi pencapaian visi dan misi perusahaan.

Tipe Kepemimpinan dan Perkembangan Perusahaan

5 Tipe Kepemimpinan Dalam Suatu Organisasi

Jika tipe kepemimpinan yang diterapkan sesuai dengan kondisi sekaligus target yang hendak dicapai , tentu dapat meningkatkan seluruh elemen di perusahaan untuk berubah ke arah yang lebih baik. Seperti misalnya karyawan dapat bekerja lebih sistematis dan otomatis produktivitas pun meningkat.

Dari ilustrasi di atas , kita dapat mengetahui jika tipe kepemimpinan memiliki peran penting agar para karyawan dapat beradapatsi di lingkungan kerja. Nah untuk kalian yang berprofesi sebagai karyawan perusahaan , ada baiknya menyesuaikan diri dengan tipe kepemimpinan yang diterapkan oleh pemilik perusahaan.

Adapun 5 tipe kepemimpinan dalam suatu organisasi adalah sebagai berikut :

Tipe Pemimpin Otoriter

Pemimpin Otoriter umumnya memiliki matriks time balance dan tahu bagaimana cara meningkatkan produktivitas kerja yang efektif. Hal ini secara otomatis membuat karyawan terlatih untuk disiplin dalam hal waktu dan ritme kerja sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.

Sedangkan untuk sisi negatif dari tipe kepemimpinan ini yaitu perlakuan pemimpin kepada karyawan cenderung menekan dan memaksakan kehendak hanya untuk mencapai goals perusahaan. Mereka tidak peduli jika karyawan sedang sibuk menyelesaikan tugas lain dan terus memberikan slot online terlengkap pekerjaan tambahan yang membuat karyawan terpaksa lembur dengan alasan demi akselerasi peningkatan profit perusahaan.

Hasilnya perusahaan tersebut memang berkembang dan maju , namun juga disertai dengan tingkat resign yang tinggi. Hal ini disebabkan ada beberapa individu yang tidak menyukai bekerja di bawah pressure atau tekanan.

Tipe Pemimpin Demokratis

5 Tipe Kepemimpinan

Kepemimpinan demokratis memberikan hak kepada para karyawan untuk menyampaikan pendapat atau ide secara lebih terbuka sebagai kontribusi untuk memajukan perusahaan. Masukan kalian bisa jadi bahan pertimbangan perusahaan untuk membuat keputusan bisnis ke depannya.

Kepemimpinan demokratis dengan gaya kepemimpinan efektif dipercaya dapat melahirkan karyawan inovatif dengan ide brilian dan gagasan yang dapat membawa perubahan bagi perusahaan.

Maka dari tipe kepemimpinan ini cenderung disukai oleh banyak karyawan karena mereka menganggap sangat dihargai , dan juga tidak otoriter dalam memberikan pressure lewat beban kerja berlebihan dengan deadline ketat dan hasil yang sempurna.

Tipe Kepemimpinan Karismatik

Sisi positif dari tipe kepemimpinan ini adalah bawahan atau karyawan akan dengan senang hati melakukan apapun yang dibutuhkan pemimpin, mulai dari membantu proyek atau order baru yang harus ditangani , diminta melakukan revisi dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk sisi negatifnya yaitu timbulnya ketergantungan yang tinggi terhadap pemimpin perusahaan akibat kenyamanan kerja yang diberikan. Jika suatu hari ada pergantian pemimpin , maka kinerja dan produktivitas para karyawan akan mengalami penurunan dengan berbagai alasan.

Tipe Pemimpin Militeristik

Seperti namanya , tipe kepimimpinan ini sangat mementingkan disiplin tingkat tinggi. Mulai dari datang ke kantor tepat waktu hingga menyelesaikan pekerjaan sesuai durasi deadline. Apabila karyawan memiliki sifat yang selaras dengan sang pemimpin, maka kolaborasi kerja yang efektif bisa tercipta.

Sebaliknya , jika karyawan tidak disiplin , mereka dijamin tidak akan bertahan lama di perusahaan tersebut karena akan bermasalah dengan atasan, mulai dari mendapat teguran karena telat, kinerja yang lambat dan lain sebagainya.

Tipe Pemimpin Paternalistik

Dan yang terakhir ada tipe kepemimpinan paternalistik yang akan selalu memperlakukan bawahannya seperti pemula yang segalanya harus diajarkan, dipandu, dan dikontrol sesuai keinginan atasan.

Bagian terbaiknya adalah karyawan dapat menyelesaikan tugas seperti apa yang diinginkan oleh si pemimpin. Bagian terburuknya adalah kemandirian dan kreativitas pegawai jadi kurang berkembang serta tidak bebas dalam berpendapat untuk kontribusi terhadap kemajuan perusahaan.